Gangguan Menstruasi – Penyakit Khas Wanita

Seorang wanita yang telah menginjak masa akil balig pasti akan mengalami menstruasi. Menarke atau mestruasi pertama biasanya terjadi pada usia 12 – 13  tahun. Dan masih dianggap normal apabila terjadi antara umur 10 – 16 tahun. Pada saat menstruasi, wanita akan mengeluarkan endometrium (dinding) rahim yang mengalami peluruhan karena tidak terjadi pembuahan. Umumnya jarak siklus mestruasi yang normal berkisar antara 25 – 45 hari, dengan jarak rata-rata 28 hari. Lama mesntruasi yang normal antara 2 – 8 hari, dengan rata-rata 4 – 6  hari. Jumlah kehilangan darah tiap siklus berkisar antara 60 – 80 ml. Namun karena faktor-faktor tertentu, dapat terjadi keadaan yang tidak normal.

Berikut ini ada beberapa kasus gangguan menstruasi al:

a. hipermenorhoe atau menstruasi berlebihan

b. amenorhoe atau tidak bisa haid

c. dismenorhoe atau nyeri haid

d. Polimenoragi adalah siklus haid lebih pendek dari biasa

e. Oligomenore adalah siklus haid lebih panjang dari biasa.

Pada kebanyakan kasus, kesehatan wanita tidak terganggu dan fertilisasi cukup baik.

a.  Hipermenorhoe (Menstruasi berlebihan)

Hipermenorhoe atau menoragi adalah kondisi menstruasi yang berlebihan yakni perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (lebih dari 8 hari).

Merepotkan memang kalau sedang menstruasi, harus menjaga jangan sampai tembus. Apalagi jika jumlah darah menstruasinya banyak, dalam sehari harus sering ganti pembalut. Normalkah hal tersebut ?

Umumnya jumlah darah menstruasi yang normal adalah sekitar 30 CC per hari, dan lama haid 4-6 hari. Jika darah menstruasi seseorang mencapai 80cc, itu sudah abnormal. Dalam istilah kedokteran disebut hipermenorea atau menstruasi berlebihan..

Menstruasi berlebihan dibagi menjadi dua kategori.

  • Pertama, jika lama menstruasinya normal, tapi jumlah darah yang dikeluarkan sangat banyak.
  • Kedua, meskipun jumlah darah yang dikeluarkan sama seperti menstruasi normal, tetapi waktunya lebih panjang.

Penyebab menstruasi yang berlebihan:

Ada beberapa penyebab dari menstruasi yang berlebihan. Antara lain adalah kelebihan estrogen. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Salah satunya adalah pemaparan estrogen berlebihan dalam waktu lama. Akibatnya endometrium (selaput lendir rahim) menebal. Akibatnya ketika tiba waktu haid, endometrium yang luruh juga berlebihan. Tandanya jumlah haid yang keluar pun semakin banyak. Kondisi seperti ini dicetuskan oleh banyak hal. Salah satunya pemakaian obat KB golongan estrogen tanpa kombinasi dengan progesteron. Penyebab lain adalah keberadaan tumor pada dinding rongga rahim. Tumor tersebut bisa tumbuh menempel di dinding rahim dalam, atau di luar rahim. Pada hipermenorea yang disebabkan oleh tumor biasanya disertai nyeri saat haid.

Namun demikian, jangan langsung khawatir jika anda mengalami menstruasi berlebihan. Yang terpenting adalah menemukan penyebab menstruasi yang berlebihan tersebut. Untuk mengetahui penyebab yang pasti, harus diketahui pola menstruasi sejak awal, usia dan adanya rasa nyeri yang menyertai atau tidak. Dari hal tersebut bisa diperkirakan kelainan apa yang dialami. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih teliti, misalnya dengan menggunakan Ultra Sonografi.

b.  Amenorhoe (tidak menstruasi)

Amenorhoe adalah kondisi di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi sedikitnya 3 bulan berturut-turut.

Amenorhoe ada 2 macam, yaitu :

  • Amenorhoe primer, adalah tidak terjadinya haid sampai dengan usia 17 tahun, karena faktor genetik, dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder. Perkembangan seksual sekuder, contohnya : payudara berkembang, tumbuh rambut pada alat kelamin.
  • Amenorhoe sekunder, adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih pada orang yang telah mengalami siklus mentruasi.

Amenorhoe bersifat normal secara fisiologis, jika terjadi pada wanita sebelum masa pubertas, masa kehamilan, dan pada masa menopause. Selain itu, amenorhoe merupakan keadaan tidak normal dari sistem reproduksi.

Penyebab amenorhoe/tidak haid,  antara lain :

  • Gangguan hormonal
  • Stress lingkungan
  • Diet dan olahraga yang berlebihan
  • Gaya hidup
  • Kelainan genetik dalam keluarga

Untuk menentukan pengobatan, harus diketahui secara jelas, apa penyebabnya, melalui pemeriksaan medis, terutama jika diduga adanya kelainan hormonal dan genetik dalam keluarga.

Solusi herbal:

Gangguan amenorhoe yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat mengatasi dengan membangun kesadaran bahwa alkohol dan rokok lebih banyak menimbulkan masalah kesehatan dan menumpuknya racun yang ada di dalam tubuh sehingga mudah mendatangkan penyakit. Lingkungan pergaulan yang kurang baik  sebaiknya dihindari. Meski begitu untuk mengurangi racun yang sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh ada solusi herbal yang bisa membantu menetralisir racun al:

#Resep I

Bahan

50gr Teh hijau

5gr daun pegagan kering

5gr daun dewa kering

5gr adas

Cara membuat:

Semua bahan dicampur dan ditumbuk kasar lalu disangrai dan disimpan di wadah yang kering. Setiap pagi dan sore hari bisa dikonsumsi secara teratur. Cara menikmatinya dengan menyeduh ramuan 1 sendok teh dengan air mendidih. Tambahkan madu bila ingin menikmatinya.

c.  Dismenorhoe/nyeri haid

Banyak wanita yang mengalami nyeri pada saat haid (dismenorhoe). Sifat dan derajat nyeri ini bervariasi, mulai dari ringan sampai berat. Tak jarang pula rasa nyeri ini disertai rasa mual, badan pegal-pegal, bahkan ada yang sampai pingsan.

Setiap wanita yang memasuki usia remaja sesuai dengan  kodratnya akan mengalami menstruasi tiap bulan. Bila ada wanita yang tidak bisa menstruasi termasuk ”kelainan” atau mungkin menderita penyakit tertentu. Ada juga beberapa wanita yang tidak normal siklus haidnya misal menstruasi 3 atau 4 bulan sekali atau bahkan susah diduga kapan menstruasinya. Bila seperti ini ada kemungkinan akan memasuki masa  menopause bagi yang sudah berumur 45 tahun ke atas. Bagi yang masih usia muda mungkin karena ada suatu kalainan.

Penyebab nyeri haid:

Nyeri haid disebabkan oleh terjadinya konstraksi rahim atau iskemia otot rahim, lepasnya dinding rahim akibat peningkatan prostaglandin. Selain itu bisa juga nyeri haid karena faktor hormonal, psikis atau kecemasan berlebihan. Maka tidak heran apabila emosi wanita sering susah ditebak. Kadang kala begitu tegar menghadapi berbagai masalah dan cobaan namun kali lain begitu rapuh menghadapi masalah yang sepele saja.

Nyeri haid primer  adalah perasaan sakit dibagian perut bawah yang terjadi karena ketidak seimbangan hormon, tanpa kelainan organ dalam pelvis. Nyeri primer akan dialami oleh sebagian besar wanita normal. Menurut Dr.Boy di Indonesia kejadian seperti ini dialami oleh 54,89 persen wanita usia produktif, yakni 3 s/d 6 tahun setelah haid pertama

Nyeri haid sekunder ditandai dengan adanya kelainan organ dalam pelvis. Hal seperti ini harus dilakukan pemeriksaan yang serius. Mungkin ada kista, mioma atau tumor di rahim.

Nyeri haid atau dismenorrhoe adalah nyeri kejang otot (spasmodik) diperut bagian bawah dan menyebar kesisi dalam paha atau bagian bawah pinggang yang terjadi menjelang haid atau selama haid akibat kontraksi otot rahim.

Nyeri haid diduga terkait dengan produksi hormon progesteron yang meningkat.  Hormon progesteron dihasilkan oleh jaringan ikat kelenjar indung telur (corpus luteum) setelah melepaskan sel telur matang setiap bulan. Hormon tersebut memperbesar ketegangan mulut rahim hingga lubang mulut rahim menjadi sempit, akibatnya otot-otot rahim lebih kuat berkontraksi untuk dapat mengeluarkan darah haid melalui mulut rahim yang sempit. Kontraksi otot rahim yang menyebabkan kejang otot yang dirasakan sebagai nyeri. Keluhan nyeri haid berkurang atau malahan hilang setelah kehamilan atau melahirkan anak pertama. Hal ini karena regangan pada waktu rahim membesar dalam kehamilan membuat ujung-ujung syaraf dirongga panggul dan sekitar rahim menjadi rusak.

Keluhan nyeri:

Keluhan nyeri haid bisa ringan sampai berat dan berubah keluhan keseluruh tubuh, antara lain:

-          Muntah dan mual

-          Rasa capek/letih

-          Sakit daerah bawah pinggang

-          Perasaan cemas dan tegang

-          Pusing kepala dan bingung

-          Diare

Keluhan-keluhan tersebut diatas bisa bertambah berat apabila ditambah dengan stress dan pengaruh kejiwaan. Biasanya rasa sakit berkurang  setelah darah haid keluar.

d.  Polimenoragi adalah siklus haid lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari) dan perdarahannya lebih banyak dari biasa.

e. Oligomenore adalah siklus haid lebih panjang dari biasa (lebih dari 35 hari). Pada       kebanyakan kasus, kesehatan wanita tidak terganggu dan fertilisasi cukup baik.

Solusi herbal:

Secara umum gangguan menstruasi bisa menggunakan herbal yang berkhasiat mengurangi rasa sakit dan mengurangi aroma yang tidak sedap.

Kadang kala ada beberapa gadis yang secara garis keturunan mengalami nyeri haid yang berlebihan dan saat sudah menikah akan hilang dengan sendirinya. Namun bagi yang tidak menstruasi karena hamil perlu hati-hati jangan sembarangan menggunakan herbal yang bisa mempengaruhi kehamilan atau cacat bayi. Berikut ini contoh resepnya:

#Resep I

Bahan:

50gr kunyit

15gr sirih

15gr asem kandis

20gr gula aren

Cara membuat:

Cuci bersih kunyit dan sirih, lalu potong-potong dan tumbuk halus campur dengan air 1 liter dan asem kandis serta gula aren lalu disaring. Air hasil saringan direbus hingga mendidih dan dinginkan, bila mau minum bisa ditambahkan sedikit madu serta jeruk nipis.

#Resep II

100gr Teh hijau

15gr Daun sidaguri kering

15gr Adas kering

Cara membuat:

Semua bahan yang sudah kering dicampur dan dihancurkan kasar lalu sangrai agar tahan lama. Nikmati teh campur herbal tersebut pagi dan sore hari dengan  menambahkan air mendidih.

Sumber : Buku Sehat Itu Dahsyat karangan Ny Ning Harmanto

NOTE :

  • Bila tak sempat membuat ramuan herbal ini anda bisa memanfaatkan produk yang sudah jadi dengan menikmati TEH MASHIWA bagi yang tekanan darahnya normal sampai tinggi atau TEH WEDANG WEDING bagi yang tekanan darahnya rendah sampai normal tanpa menambahkan gula.
  • PRODUK HERBAL (klik untuk melihat produk herbal kami selengkapnya)

Share

Leave a Reply