Rahasia Kesembuhan dan Pengalaman Pasien (2)

Sambungan ……………..

Disiplin Minum Obat atau Ramuan
Pasien sering kali lupa atau kurang disiplin dalam minum obat sehari tiga kali. Pernah saya temui, saking mau cepat sembuh, minum obatnya over dosis atau sebaliknya kadang-kadang minum, kadang-kadang tidak. Atau mungkin malas minum ramuan kalau harus tiga kali, lalu ramuan dijadikan satu diminum sekaligus satu kali saja. Alasan karena tidak telaten atau tidak tahan pahit sering menjadi penyebab tidak teraturnya minum obat atau ramuan. Bagi pasien yang tidak tahan bau dan pahit minum ramuan, sudah ada solusinya karena aneka ramuan herbal sudah tersedia dalam bentuk kapsul yang tinggal ditelan dan tidak akan terasa pahit atau bau sama sekali.

Pola Makan
Meskipun pasien sudah mengupayakan bermacam pengobatan, kadang kala hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Sebagai penanggung jawab Klinik herbal Ny. Ning Harmanto biasanya saya berpesan kepada staf agar memberi informasi jika ada pasien yang kondisinya cukup parah atau yang belum berhasil sembuh meskipun sudah disiplin minum ramuan. Selidik punya selidik ternyata pola makannya tidak benar. Penderita kanker selalu kita anjurkan untuk mentaati pantangan makanan tertentu. Saking takutnya, pasien tidak berani makan selain nasi putih dan tahu atau tempe. Akibatnya, pasien kurang gizi. Itulah salah satu alasan saya mencoba menginformasikan menu makanan yang aman dan sehat bagi penderita kanker..

Dukungan Keluarga
Hidup sebatang kara tak ada sanak saudara ditambah lagi penyakit yang terus mendera, sungguh merana dan membuat seseorang putus asa. Saya beberapa kali menangani kasus seorang wanita menderita kanker rahim misalnya, suami langsung berpaling pada perempuan lain akan sangat sulit diobati karena pasien mengalami tekanan batin dan stres yang amat berat dan berkepanjangan.
”Bagaimana saya tidak stres bu Ning, suami sendiri katanya jijik mendekati saya”.
“Mengapa sampai begitu ibu?”
“Dia bilang, saya sudah tidak bisa dipakai lagi karena bau. Dia juga takut penyakit saya nanti menulari dia”.
Menghadapi pasien seperti ini saya dan tim konsultan harus pandai-pandai memberikan kosultasi dan selalu bersiap menjadi tempat “Curhat” berupaya untuk bisa menjadi sahabat dan keluarganya.

Maka hubungan baik dengan keluarga, teman dan tetangga sangat perlu dibina. Ketika dulu saya pernah opname di Rumah Sakit, saat jam besuk tiba, belum ada yang datang menjenguk lalu tetangga kamar banyak yang sudah dibesuk, rasanya sedih. Begitu suami dan keluarga serta teman datang membesuk rasanya bahagia karena merasa diperhatikan dan disayang. Maka dukungan keluarga baik melalui doa maupun perhatian dan kasih sayang akan sangat membantu mempercepat kesembuhan.

Sumber : buku DETOX HERBAL edisi Revisi karangan NING HARMANTO

Share

Leave a Reply