11. Herbal Untuk Bumbu & Sayur
Terbitan : Juni 2006, Cetakan Pertama – Penebar Plus
Isi Buku :
Herbal Untuk Bumbu & Sayur
Herbal untuk Bumbu dan Sayur
Herbal atau tanaman obat bagi sebagian masyarakat dianggap minuman atau jamu berasa pahit dan berbau tidak enak. Namun ternyata bumbu dan bahan sayuran dari herbal dapat diracik menjadi menu masakan yang dapat menggugah selera. Penggunaan bahan herbal tersebut dapat mencegah berbagai penyakit dan membuang racun di dalam tubuh. Buku ini memberikan wawasan kepada Anda tentang bumbu-bumbu masakan dan sayuran yang berkhasiat obat serta bahan herbal yang dapat digunakan untuk bumbu dan sayur. Dalam buku ini juga dilengkapi dengan berbagai sajian menu masakan yang sangat baik untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Cuplikan Isi Buku :
POLA HIDUP DAN POLA MAKAN YANG MENYEHATKAN
Pola hidup sehat adalah upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dan membuang kebiasaan buruk. Bila disadari bahwa untuk mengobati penyakit itu tidak gampang dan tidak murah, kenapa tidak mencegahnya saja? Untuk itu perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
Pilihlah buah dan sayur yang menyehatkan sesuai dengan kondisi kesehatan
berolahraga secara teratur
Kendalikan stress yang berkepanjangan,
Syukuri apapun yang terjadi,
Ambil hikmah dibalik kesulitan dan masalah yang ada
Hindari NAPZA (Narkotik, Psikotropika dan Zat Adiktif
Jangan lakukan hubungan seks sebelum menikah atau tanpa ikatan sah
Jangan berganti-ganti pasangan.
Yang dibutuhkan hanyalah kedisiplinan mengikuti langkah-langkah pengelolaan hidup aman dan sehat. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat untuk bisa berkarya dan bekerja bagi nusa, bangsa, dan negara.
Menurut pakar diabetes dari FK Unair/RS dr Soetomo Surabaya Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro, pengaturan makan pada penderita diabetes sebenarnya tidaklah rumit. “Jangan dikira dengan pengaturan cara makan ini, penderita diabetes hanya makan sedikit,” katanya. Penderita Diabet bisa menikmati makanan dalam jumlah banyak namun dipilih bahan makanan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah misalnya: Kentang, buah sukun dan ubi jalar.
Begitu pula halnya penderita kanker dan tumor, meski harus banyak mengikuti pantangan tidak boleh makan daging sapi, kambing, ayam negri, seafood udang, kerang, kepiting dan cumi-cumi bukan berarti tidak boleh makan enak. Justru orang sakit makanannya harus lebih bergizi dan tetap bisa makan enak hanya dipilih. Misalnya bisa menikmati makanan daging ayam kampung. Boleh juga makan ikan gurame, ikan mas dan tetap boleh makan telur ayam kampung. Lebih menyehatkan lagi bila pengolahan masakannya ditumis,direbus dan dikukus serta tambahkan beberapa tanaman obat di dalamnya agar masakan lebih sehat. Lihat resep-resep masakan herbal di dalam buku ini.
PILIH BAHAN MAKANAN YANG SEIMBANG
Budaya kita para orang tua selalu mengatakan bahwa makan buah itu sebagai pencuci mulut saja. Itulah sebabnya makan buah hanya sebagai pelengkap menu. Ada ya syukur kalau tidak ada ya tidak masalah. Sesungguhnya secara garis besar bila ingin sehat makanlah buah dan sayur lebih banyak dibandingkan nasi dan lauk pauk. Gambarannya 60 persen buah dan sayur 40 persen nasi dan lauk pauk. Selain itu juga tetap harus dipilih buah dan sayur yang sesuai dengan kondisi kesehatan kita masing-masing.
Meski buah itu bagus untuk kesehatan namun khusus buah durian dan nangka misalnya sangat tidak dianjurkan bagi penderita kanker, tumor, Diabetes, dan darah tinggi karena mengandung alkohol. Bila buah tersebut dinikmati maka justru akan memperparah penyakit. Bukannya mengobati malah menyakiti. Begitu pula halnya dengan buah yang rasanya asam tentu tidak baik dikonsumsi penderita maag, karena akan memperparah penyakitnya. Penderita Diabetes sebaiknya menjauhi bubur dan kue yang manis karena tanpa dikunyah makanan itu akan langsung menjadi gula. Tak kalah pentingnya juga bagi anda yang ingin menurunkan berat badan dan membuang kholestrol. Meski susu dan keju itu bagus untuk kesehatan namun kalau dikonsumsi setiap hari akan membuat berat badan makin meningkat. Sebaiknya bila ingin minum susu pilihlah susu non fat dengan gula rendah khalori.
Perlu juga menjadi perhatian para vegetarian yang tidak mengkonsumsi daging atau protein hewani, bahkan tidak konsumsi bawang putih dan bawang merah. Bila kurang imbang mengatur menu makanannya bisa juga kena penyakit. Suatu kali sahabat saya penganut vegetarian yang tinggal di Rembang memberitahu kalau sedang sakit. Yang membuat saya heran dan terkejut ketika dia mengatakan sakitnya darah tinggi, batu ginjal, kholestrol, trigliserid, dan asam urat tinggi sampai 9 point. Mengapa bisa begini? Analisa saya karena memang dia sedang punya masalah dan stress berat. Setiap hari hanya makan tahu tempe, sayur daun singkong, bayam dan kangkung. Buah yang setiap hari dikonsumsi hanya pisang. Dia tidak menyadari menu makanan yang dikonsumsi kurang seimbang dan mengandung purin cukup tinggi.
LAKI-LAKI BUTUH GIZI LEBIH BANYAK
Selain pengaturan pola hidup dan pola makan seimbang yang harus diperhatikan adalah olahraga. Olah raga yang aman dan murah meriah adalah jalan kaki atau lari pagi. Bisa dilakukan di luar rumah maupun di dalam rumah dengan cara mondar mandir dari depan dan belakang rumah atau naik dan turun tangga di dalam rumah.
Jenis kelamin laki-laki memerlukan zat gizi lebih dibandingkan wanita, karena luas permukaan tubuh maupun otot pada laki-laki lebh besar daripada wanita.
Terutama bila punya anak lelaki yang sedang tumbuh remaja, biasanya kita akan tercengang dan hampir tidak percaya saat makan di luar bersama, mereka bisa menghabiskan bakso atau soto hingga empat mangkok bahkan sepuluh mangkok sekali makan. Uniknya meski porsi makannya begitu banyak belum tentu tubuh mereka akan jadi gembrot. Saya sendiri sering iri pada anak lelaki saya yang bungsu umur 18 th. Kalau makan porsinya sangat banyak namun badannya tetap langsing bahkan bisa dibilang kurus. Hal ini bisa dimaklumi karena kegiatan fisiknya sangat banyak dan membutuhkan banyak energi. Jadi meski makan banyak, energi yang dikeluarkan juga seimbang. Maka kita tidak perlu membatasi porsi makan anak laki-laki yang sedang tumbuh remaja, terutama remaja pria. Namun kebutuhan Fe/zat besi pada wanita cenderung lebih tinggi, karena wanita mengalami menstruasi. Zat besi bisa diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan segar.

















