02. Menaklukan Penyakit Bersama Mahkota Dewa

menaklukan_penyakitTerbitan : April 2003 [Penerbit : Agro Media] sudah dicetak lebih dari 10 kali

Cuplikan isi buku :

UNGKAPAN SYUKUR

Dengan berurai air mata saya bersujud syukur kepada Tuhan hari demi hari makin banyak masyarakat yang tak punya harapan sembuh dari aneka penyakit ternyata Tuhan menunjukkan jalan kesembuhan. Berkat kasih karunia Tuhan melalui perantaraan tanaman Mahkota Dewa (MADE) dan penggabungan tanaman obat Indonesia lainnya, banyak orang sakit bisa tertolong. Dari mulai kanker otak, kanker darah, kanker rahim, kanker payudara, kanker nasofaring, kanker usus, kanker kelenjar,mioma, kista, diabetes, lever, alergi dan aneka penyakit lain.

Ya, tak ada kata yang lebih indah selain ungkapan SYUKUR kepada Sang Pencipta.

Saya bersyukur pula bahwa buku karangan saya yang berjudul “MAHKOTA DEWA OBAT PUSAKA PARA DEWA’’, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Terima kasih kepada penerbit Agromedia yang dalam waktu belum satu tahun telah mencetak ulang buku saya hingga enam kali. Bahkan saya sering merasa terharu ada beberapa pembaca buku saya yang merasa mendapat anugerah Tuhan karena menemukan buku karangan saya. Seorang ibu dari Surabaya yang menderita Tumor payudara mengungkapkan kisahnya, via telpon:

“Ibu Ning, saya sebenarnya sangat panik ketika periksa ke dokter diketahui bahwa saya positif ada tumor di payudara, jalan satu-satunya adalah operasi. Menurut pengalaman beberapa teman yang menjalani operasi terbukti bahwa tumor payudara yang dioperasi tidak menjamin pasti penyakitnya hilang.Malah ada beberapa orang meski dilakukan operasi dan therapy medis penyinaran atau kemotherapy ternyata tumornya justru menyebar kemana-mana. Akhirnya saya memutuskan tidak mau operasi namun setiap malam saya berdoa mohon petunjuk Tuhan. Hampir putus asa rasanya karena bingung mendapat banyak

masukan dari orang lain untuk mengatasi penyakit saya. Mana yang harus saya pilih.” Syukurlah ketika saya masuk kantor di Gramedia Surabaya tiba-tiba di meja saya tergeletak buku MAHKOTA DEWA, OBAT PUSAKA PARA DEWA karangan ibu Ning Harmanto. Begitu saya baca saya merasa dapat anugerah petunjuk Tuhan untuk mengobati penyakit saya.”

Iman kepercayaan kepada Tuhan dan keyakinan yang begitu kuat terhadap therapy pengobatan tertentu sesungguhnya sudah merupakan tiga puluh persen obat kesembuhan.

Sehebat apapun khasiat obat bila tidak diyakini dan masih ragu-ragu mengkonsumsinya maka akan sangat sulit memberi reaksi kesembuhan. Kadang kala saya sendiri sering heran tak percaya kalau ada konsumen yang mengabarkan tumor payudaranya bisa hilang hanya dengan mengkonsumsi instant MADE MURNI selama tiga bulan berturut-turut.

Pada hal ramuan instant yang saya buat khasiatnya untuk pencegahan, bila ternyata bisa mengobati itu karena sugesti begitu tinggi atau mungkin juga tumornya jenis jinak dan ringan.

Setelah buku Mahkota Dewa terbit, saya mendapat banyak masukan yang mengungkapkan keberhasilan masyarakat mengatasi aneka macam penyakit dengan Buah Mahkota Dewa dan dukungan herbal Indonesia lainnnya. Selain sisi positif, saya juga memperoleh masukan tentang reaksi-reaksi yang muncul setelah mengkonsumsi buah MADE atau ramuannya. Meski biasanya reaksi-reaksi yang timbul ternyata hanyalah proses penyembuhan.

Khusus untuk therapy pengobatan kanker, bila membandingkan reaksi yang timbul antara therapy pengobatan modern dan therapy pengobatan herbal sebenarnya lebih berat therapy modern . Misalnya setelah dilakukkan operasi kanker atau tumor kemudian dilakukan tindakan penyinaran atau kemotherapy, reaksi yang timbul badan lemas lalu muntah2 dan akhirnya rambut rontok. Hal ini menyebabkan pasien sudah stress lebih dulu sebelum melakukan therapy selanjutnya. Yang lebih memprihatinkan lagi apabila pasien sudah mengikuti prosedur therapy modern namun ternyata setahun kemudian timbul lagi penyakit tumor atau kanker. Banyak kasus yang saya hadapi, seseorang pernah melakukan operasi sampai 5 hingga 10 kali belum juga membaik malah kankernya lalu menjalar ke paru-paru, hati dan organ tubuh lainnya. Ada pula yang tertipu oleh pengobat alternatif yang hanya mementingkan bisnis tanpa mempertimbangkan kondisi pasien. Beberapa pengobat sering pasang tariff antara Rp. 3.000.000,– sampai Rp.10.000.000,– untuk satu paket pengobatan kanker. Bagaimana nasib orang2 sakit bila tak mempunyai uang sebanyak itu?

Terima kasih kepada bapak Fauzi Alfi Yasin (mantan wagub DKI bidang EKU) yang selalu memberi perhatian dan mempromosikan ramuan MADE di forum-forum resmi dan tak resmi di wilayah DKI Jakarta. Bahkan dalam acara reuni teman SMP nya memberikan door prize buku Mahkota Dewa dan ramuan-ramuannya. Bapak Fauzi menginginkan one village one product.Akhirnya beberapa karyawan dari Pemda DKI mengenal dan mempercayai ramuan Mahkota Dewa karena bapak Fauzi.

Saya amat berterima kasih kepada Dr.Regina Sumastuti dari Farmakologi Gajah Mada yang berkenan terus meneliti dan memberi semangat pada saya untuk terus mengembangkan pengobatan dengan buah cantik dan unik ini. Setiap kali Dr. Sumastuti memberi kabar tentang hasil penelitiannya dan kita selalu mendiskusikan pengalaman tentang kasus2 yang dihadapi. Meski kadang saya merasa takut bila menghadapi kasus2 penyakit yang demikian berat namun Dokter Sumastuti selalu membesarkan hati saya untuk terus berusaha dan berdoa. Terima kasih pula kepada Dra VIVI Lisdawati Apt. Msi dari AKAFARMA, Departemen Kesehatan Republik Indonesia yang dibantu LIPI telah meneliti khasiat Mahkota Dewa untuk kanker darah (leukemia L1210) dan pemberi reaksi positif sebagai anti oksidan.

Saya sering terharu bila memperoleh kabar bahwa keluarganya yang meminum ramuan yang saya buat akhirnya tetap tak tertolong namun tetap memberi ucapan terima kasih karena kita telah memberikan layanan semaksimal mungkin. Saya selalu katakan pada pasien bahwa saya ini bukan siapa-siapa. Semuanya Tuhan yang menentukan, mari kita memohon dan berusaha bersama-sama.

Mengingat begitu besarnya minat dan tanggapan masyarakat untuk bisa mengetahui lebih jelas tentang khasiat dan serba-serbinya pemanfaatan buah Mahkota Dewa maka saya sebagai pengobat tradisional yang senang menulis terketuk untuk membuat buku Mahkota Dewa Obat Pusaka Para Dewa Jilid II. Untuk meningkatkan pelayanan kami kepada masyarakat telah diresmikan Klinik Tradisional MAHKOTA DEWA tgl. 3 November 2002. Klinik ini telah memperoleh ijin praktek dari Suku Dinas Pelayanan Kesehatan Kotamadya Jakarta Utara No. PPT/P 012/24006/0704.

Yang sungguh amat menggembirakan adalah kehadiran para dokter jadi pasien klinik tradisional yang saya kelola. Banyak dokter yang sakit dan sudah melakukan segala upaya medis untuk mengobati penyakitnya namun ternyata belum memberikan hasil yang menggembirakan. Mereka mulai menyadari bahwa alam Indonesia sesungguhnya menyediakan alternatif untuk pengobatan berbagai penyakit. Berulangkali saya mendapat kiriman pasien dari para dokter, khususnya untuk penyakit2 yang secara medis tak ada obatnya atau tak ada harapan untuk bisa sembuh secara total.

Buku kedua ini nanti akan memuat pengalaman saya bersama teman-teman Kelompok Wanita Tani Bunga Lili dan juga pengalaman mitra mitra usaha saya yang membantu memasarkan ramuan Mahkota Dewa di seluruh penjuru Tanah air bahkan mancanegara.. Selain itu juga tanggapan kalangan Medis serta ungkapan syukur dari pasien yang sudah sembuh akan menambah wawasan kita bersama.

REAKSI-REAKSI SETELAH MENGKONSUMSI MADE

Meski hari demi hari semakin banyak bukti yang mengungkapkan khasiat buah Mahkota Dewa namun masih banyak masyarakat yang belum mempercayainya. Reaksi yang timbul masing-masing orang tidak sama. Ada yang merasakan sesuatu ada yang tidak merasa apa-apa sama sekali setelah mengkonsumsi. Untuk yang merasakan reaksi tertentu hendaknya tidak perlu takut dan khawatir. Bagi yang belum pernah mengkonsumsi buah Mahkota Dewa untuk pengobatan sebaiknya hati-hati mengkonsumsinya. Kepada masyarakat yang mengkonsumsi ramuan Mahkota Dewa selalu saya pesan bila mengalami reaksi negatif segera kontak saya atau tenaga konsultan saya. Jam berapapun kita akan memberikan layanan semaksimal mungkin. Bila reaksinya mengkhawatirkan segera hubungi dokter terdekat.

Seperti tertulis di label kemasan untuk mengkonsumsi teh racik MADE hendaknya di awali mulai dari tiga irisan kemudian hari demi hari ditingkatkan hingga mencapai satu sendok makan. Untuk kapsul MADE sebaiknya juga dicoba sehari satu kapsul dulu lalu baru kemudian secara bertahap diminum 2 x 1 hingga 3 x 1. Bagi pasien yang masih dirawat dokter sebaiknya menggunakan ramuan herbal berselang satu hingga dua jam setelah minum obat dokter.

Bila tidak tahan dengan reaksi yang ditimbulkan lakukan beberapa tindakan sbb.

Minumlah SUSU ditambah jahe dan gula Jawa (bila tensi tinggi jangan tambah jahe, cukup susu saja)

Minum teh manis hangat dicampur jahe

Bisa juga dengan diperbanyak minum air putih

Bila persediaan ada, konsumsilah kapsul Umbi Dewa dan Sambiloto atau Pegagan dengan dosis dua kali atau minum 3 x 2 kapsul.

Bagi yang tidak merasakan apa-apa sama sekali selama tiga hari biasanya terjadi karena dosis yang diminum kurang, maka tambahkan sedikit demi sedikit setiap tiga hari berikutnya hingga mencapai satu sendok makan atau kurang lebih 20 hingga 25 irisan kecil untuk teh racik. Namun apabila selama memberikan tambahan ramuan kemudian tubuh sudah memberikan reaksi maka ramuan atau kapsul jangan ditambah lagi. Kadangkala ada beberapa orang mengkonsumsi 5 iris teh racik yang kecil-kecil saja badan sudah memberi reaksi mengantuk namun di pihak lain orang tak merasakan apa-apa. Kadang kala orang-orang tertentu tenang saja tak merasakan reaksi apa-apa meski yang diminum satu genggam teh. Hal ini dimungkinkan biasanya karena kondisi masing-masing orang berbeda. Jadi untuk pengobatan alternatif hendaknya harus jelas dulu siapa yang membuat ramuan dan ada tidak tenaga konsultannya sehingga lebih aman mengkonsumsinya. Seringkali beberapa konsumen saya membawa contoh teh tanaman obat yang didapat di pasar harganya murah namun begitu saya cium baunya apek dan berwarna seperti jamur. Bila seperti itu tetap dikonsumsi justru tidak menyembuhkan malah memperburuk keadaan. Juga perlu hati2 mengkonsumsi produk Mahkota Dewa apabila irisannya tercampur bijinya, biasanya dijual di pasar tradisional. Beberapa kali saya ungkapkan di beberapa media cetak dan juga hasil penelitian para ahli bahwa biji Mahkota Dewa sangat beracun, namun sering kali masyarakat tak peduli. Biji Mahkota Dewa bisa dimanfaatkan untuk obat luar saja dan dengan pengolahan yang benar.

Apabila setelah mengkonsumsi ramuan herbal lalu muncul reaksi-reaksi yang negatif seperti misalnya badan panas dingin, pusing, mual, timbul gatal-gatal, sariawan atau diare jangan langsung memvonis diri anda tidak cocok dengan ramuannya.. Kadang masyarakat langsung memutuskan tidak mau mengkonsumsinya lagi. Pada hal reaksi-reaksi yang timbul biasanya adalah proses penyembuhan. Selain itu saya memberikan ramuan herbal lain untuk mengantisipasi reaksi negatif dan juga mempercepat kesembuhan.

Untuk kasus-kasus tertentu terutama kanker biasanya mengalami reaksi-reaksi badan panas, mengantuk, atau di bagian tubuh yang ada penyakitnya akan merasakan seperti di tarik-tarik. Berdasarkan pengalaman kemudian saya menggabungkan ramuan herbal yang bisa mengatasi masalah tersebut. Misalnya paket pengobatan kanker saya gunakan cangkang MADE, Umbi dan Daun Dewa, Temu Putih, Temu Mangga dan Sambiloto. Menurut Dra VIVI ahli farmasi sekaliggus peneliti herbal dari Universitas Indonesia sebaiknya menggabungkan herbal tidak lebih dari lima macam.

Dari catatan dan amatan saya kadang kala seseorang yang mengalami sakit tumor atau kanker misalnya, memperoleh kesembuhan hanya dengan mengkonsumsi Teh racik Cangkang MADE. Ada pula kasus kanker payudara yang sembuh hanya dengan Instant Made Murni. Namun di samping itu ada orang lain yang pusing dan sariawan bila mengkonsumsi Teh racik Cangkang Made. Di sisi lain orang lebih senang menggunakan racikan tersebut karena lebih cepat reaksi kesembuhannya. Hal ini dimungkinkan karena selain kondisi masing-masing orang berbeda juga karena jenis penyakitnya ada yang ringan dan ada yang berat .

  • Share/Bookmark