05. Menggempur Asam Urat dan Rhematik
Terbitan : Februari 2005 – Penerbit Agro Media
Referensi Buku Menggempur Asam Urat & Rematik dengan Mahkota Dewa
Isi Buku :
Menggempur Asam Urat Dan Rematik
Asam Urat dan Rematik, Penyebab dan Gejalanya
Resep Ramuan Mahkota Dewa untuk Penderita Asam Urat dan Rematik
Mahkota Dewa dan Tanaman Obat lainnya untuk Mengatasi Asam Urat dan Rematik
Asam urat dan rematik bisa diderita siapa saja, tidak perduli wanita, pria, tua, ataupun muda. Kendati tidak mematikan, penyakit ini sangat mengganggu aktivitas penderitanya. Jika obat dokter tidak kunjung mengusir asam urat dan rematik yang Anda derita, tak ada salahnya mencoba mahkota dewa, tanaman obat asli Indonesia. Bersama dengan tanaman obat lainnya, mahkota dewa terbukti mampu menggempur asam urat dan rematik. Bagaiman cara meramu mahkota dewa dan jenis tanaman obat apa saja yang bisa digunakan? Anda bakal memperoleh jawabannya dalam buku ini.
Sekilas isi buku :
KISAH DRAMATIK YANG SEMBUH DARI ASAM URAT
LIMA TAHUN GUNAKAN TONGKAT, SEBELAS TAHUN PENDARAHAN TUHAN BERIKAN BERKAT KESEMBUHAN
IBU SUGANDA – JL.MENUR PUMPUNGAN SURABAYA.
.Kurang lebih setahun setelah menggunakan ramuan Mahkota Dewa bu Ning Harmanto, pendarahan saya sirna dan saya tidak menggunakan tongkat lagi. Tuhan Maha pengasih Tuhan Maha Penyayang, penderitaan saya benar-benar berakhir karena campur tanganNya dengan perantaraan ramuan asli Indonesia.Sebelas tahun pendarahan dan lima tahun menggunakan tongkat karena nyeri sendi akibat cedera lutut yang akut. Bu Ning begitu terkejut dan seolah tidak percaya ketika kami bertemu dan mengetahui saya tidak pakai tongkat lagi dan pendarahan saya benar-benar berhenti.
”Ibu Suganda? Sekarang tidak pakai tongkat lagi? Saya hampir tidak percaya lho bu”, kata bu Ning terheran-heran.
”Iya bu Ning, saya ini bu Suganda yang setahun lalu pakai tongkat kemanapun saya pergi”.
”Ibu sekarang jadi lebih muda dan ceria, apa rahasianya?”
“Ya minum Mahkota Dewa, terima kasih lho bu berkat ramuannya penderitaan saya sirna”.
Pengenalan saya dengan ramuan Mahkota Dewa bu Ning terjadi ketika teman saya mengajak saya ke Pasuruan, ke rumah pak Ir.Adji Muljono yang menjadi mitra usaha di Pasuruan. Teman dan anak saya mengajak jalan ke Pasuruan karena saya sebelumnya tak pernah pergi ke mana-mana sejak saya sakit. Waktu ke Pasuruan saya hanya nunggu di mobil saja karena lutut bengkak banyak cairan, meradang dan istilah kedokteran rheumatik sendi akibat cedera. Saya juga gemuk karena kurang gerak, kholestrol tinggi, jantung lemah dan susah tidur. Untuk atasi aneka penyakit saya di beri ramuan Instant Made I, kapsul akar alang-alang, kapsul pegagan, kapsul pelangsing dan minyak gosok untuk obat luar rheumatik.
Reaksi awal saya pusing dan “nggliyeng”, setelah konsultasi ke pak Adji ramuan saya Made 1 diganti Made II yang lain tetap. Seminggu kemudian aneka keluhan saya satu demi satu mulai berkurang, saya bisa tidur nyenyak, juga tangan saya yang sering mati rasa tahu-tahu sudah sembuh. Ya Tuhan trima kasih.
Selanjutnya saya ingin menurunkan berat badan dan mengatasi pendarahan yang sudah terjadi bertahun-tahun. Ketika pak Adji konsul ke Bu Ning saya dianjurkan minum Cangkang Made dan kapsul Umbi Daun Dewa, Made 2, kapsul pegagan dan kapsul alang-alang. Yang saya heran bu Ning bisa tahu bahwa masalah saya yang berat adalah jantung karena psikis. Memang selama ini pendarahan saya terpicu oleh masalah2 yang membuat saya lemas dan berdebar. Bunyi halilintar, petasan meledak tidak jadi masalah tapi bila mendengar orang berteriak karena marah bisa membuat saya berdebar bahkan sampai baju saya ikut bergetar. Suami saya seorang dokter ikut stres juga mikirin penyakit saya dan sudah diupayakan berbagai macam obat-obatan tapi tidak berhasil bahkan sampai suami saya meninggal dunia penyakit saya belum bisa diatasi.
Menurut hasil USG dan juga pemeriksaan pap smear hasilnya bagus dan tidak ada kelainan apa-apa di organ reproduksi. Menurut suami kelainan jantung saya yakni pompa serambi belakang lemah penyebab pendarahan. Sejak minum ramuan ke 2 ternyata berat badan saya bisa turun, tekanan darah dari 90/57 menjadi 110/76. Leher yang sering kaku dan pusing mulai membaik. Selama ini tekanan darah saya tidak pernah bisa naik. Empat bulan sejak konsumsi ramuan MADE, pendarahan saya benar-benar berhenti dan kini saya sudah menopause.
Rheumatik sendi yang saya derita pelan tapi pasti menampakkan kemajuan. Ya rheumatik yang saya derita memang disebabkan cedera yang saya alami ketika jatuh terpeleset di depan kamar karena lantainya basah baru saja di pel. Waktu itu saya jatuh meluncur. Tangan kiri tertabrak almari tangan kanan menabrak kursi. Kaki kiri tertekuk ke belakang dan lutut kanan tertindih badan saya. Saat terjatuh saya masih bisa jalan berobat ke dokter tetapi makin hari penyakitnya malah makin parah. Mata kaki kiri bengkak sangat besar dan saya terus tidak bisa jalan. Saya juga tidak bisa pakai BH sendiri karena cedera di tangan kiri dan kanan. Tulang saya di rontgen tidak ada masalah tapi jaringan lunaknya sering bengkak dan harus pakai dekker. Kaki kiri berhasil diatasi dengan dekker tapi kaki kanan radangnya tidak sembuh-sembuh meski sudah minum obat apa saja. Juga saya ditangani dokter ahli syaraf dan selalu saja diberi obat rheumatik namun tak ada yang mampu atasi penyakit saya. Karena merasakan sakit dan nyeri yang sangat menyiksa saya sering menahan kencing agar jangan mondar mandir ke kamar mandi.Saya juga pernah ditangani Prof Joko lalu dicoba diambil cairan dari kaki yang membengkak tapi belum berhasil juga.
Dengan minum ramuan Mahkota Dewa bu Ning Harmanto meski pelan tapi terasa ada perubahan yang nyata. Benjolah di di leher, pundak dan lengan bisa hilang sehingga tangan bisa dipakai memasang dan melepas BH sendiri. Dalam kondisi belum sempurna sembuh saya juga terus mengikuti jejak bu Ning menjadi Pengobat dengan ramuan Mahkota Dewa. Bahagia sekali setiap mendengar banyak orang yang sembuh dari sakitnya minum ramuan Made dan saya memberikan layanan konsultasi. Seiiring dengan kesembuhan banyak pasien akhirnya penyakit saya juga berangsur-angsur sembuh. Awalnya anak saya mengira saya lupa menggunakan tongkat dan mereka buru-buru mengambilkan tongkat.
”Mama ini tongkatnya, jangan tertinggal nanti mama susah jalan”.
“Sekarang mama nggak mau pakai tongkat lagi”.
”Lho nanti mama nggak bisa jalan kalau nggak pakai tongkat”.
”Ini berkah Tuhan, mama memang sudah tidak memerlukan tongkat lagi.
Ya saya dan anak2 sangat bersyukur pada Tuhan, ini seperti Tuhan yang luar biasa. Penderitaan yang saya alami bertahun-tahun berakhir sudah. Kini saya bahagia bisa menolong banyak orang dan saya sendiri sehat walafiat. Terima kasih Tuhan.











