09. Wedang Wedding
Terbitan : Januari 2006, Penerbit Agro Media
Isi Buku :
Wedang Wedding
19 minuman ciptakan romantisme di rumah Anda
Pernikahan adalah gerbang menuju kehidupan baru. Dengan pernikahan, segala “kenikmatan terlarang” berubah menjadi hal yang justru harus dilakukan. Hidup pun menjadi indah dan lebih dinamis. Namun, tak jarang pernikahan kandas di tengah jalan. Banyak alasan intern yang dapat menjadi pemicu keretakan. Hubungan seks, misalnya. Tanpa berbelit-belit, buku Wedang Wedding ini hadir untuk memperkaya wawasan Anda seputar pernikahan. Bagaimana menjaga keutuhan, apa saja penyebab keretakan, dan bagaimana mengharmoniskan kehidupan rumah tangga.
Dalam buku ini pun disajikan berbagai minuman yang dapat menciptakan suasana hangat dan menimbulkan gairah seksual Anda. Bagi pasangan yang sudah atau akan menikah, buku ini layak Anda baca.
Cuplikan Isi Buku :
WEDANG WEDDING, ungkapan kata unik dan menarik yang membuat orang penasaran dan ingin tahu ”apa sih itu?”. Secara universal masyarakat luas pasti tahu WEDDING itu perkawinan atau pernikahan. Kata WEDANG dikenal oleh orang Jawa atau yang pernah mengenal bahasa Jawa, artinya minuman. Jadi WEDANG WEDDING artinya minuman untuk perkawinan. Ungkapan unik dan menarik ini idenya dari anak sulung saya Mas Bimo yang menikah bulan September 2005. Selama ini saya selalu membuat ramuan yang ditujukan untuk mengobati suatu penyakit tertentu misalnya paket kanker, paket diabetes, paket hepatitis, paket stroke, asam urat, kholestrol, pelangsing dan sebagainya. Mas Bimo meminta saya buatkan ramuan bagi pengantin baru agar semakin sehat dan bisa pula dikonsumsi oleh masyarakat luas yang selalu ingin terjaga staminanya.
Ramuan minuman atau jamu yang erat kaitannya dengan peningkatan vitalitas untuk mempersiapkan bulan madu sejak jaman dahulu kala sudah dikenal luas. Meski begitu bagi yang belum menikah, ramuan ini akan bermanfaat untuk meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh, serta sebagai pencegahan aneka macam penyakit. Disarankan minum ramuan ini cukup sehari sekali atau dua kali, jangan sampai over dosis.
Pembaca yang budiman, kali ini saya ingin menulis sesuatu yang berbeda dari tulisan atau buku saya yang lain. Buku yang berjudul WEDANG WEDDING ini merupakan buku karya saya yang ke 10, dalam waktu 5 tahun terakhir ini. Buku-buku saya terdahulu sebagian besar selalu mengupas tentang MAHKOTA DEWA untuk aneka penyakit manusia bahkan untuk penyakit hewan kesayangan.
Hasrat untuk menulis buku terus menggebu. Ketika ada acara temu penulis yang diselenggarakan oleh Penerbit Penebar Swadaya di Hotel Salak Bogor bulan Agustus 2005 yang lalu, di tengah perjalanan munculah ide menulis buku ini. Terlebih lagi setelah mendengarkan penulis sekaligus pakar manajemen dan pemasaran Reynald Ghazali yang sangat produktif. Dia menulis buku idenya bisa didapat di berbagai tempat dan suasana. Di atas pesawat terbang, Reynald Ghazali bisa menyelesaikan penulisan buku yang berbobot dan best seller.
Suatu hal yang tak kalah menariknya dalam acara tersebut dinobatkan penulis buku abadi, penulis buku paling produktif dan juga penulis buku paling laris. Saya sendiri menulis buku sebagai hobby yang mengasyikan di sela-sela kesibukan memimpin perusahaan, melayani pasien di klinik herbal Ny. Ning Harmanto dan tak kalah pentingnya jadi ibu rumah tangga dengan tiga anak yang sudah beranjak dewasa.











