Jus Herbal Sehat dan Menyegarkan | Darah Tinggi dan obatnya

jus_herbalTerbitan : APRIL 2007, Cetakan Pertama – Elekmedia

Isi Buku :

Jus Herbal Segar dan Menyehatkan

Buku ini berisi tentang informasi aneka tanaman obat dan khasiatnya, baik berupa rimpang, batang, daun, bunga dan buah. Selain itu juga berisi aneka resep jus herbal yang bisa dibuat sendiri dan rasanya sangat menyegarkan, bisa membantu mempercepat kesembuhan penyakit, bahkan bisa mengobati penyakit. Semoga karya sederhana ini bisa menambah wawasan Anda tentang tanaman  obat milik Indonesia dan bermanfaat untuk kesehatan Anda.

Cuplikan Isi Buku :

MEMPERSIAPKAN JUS HERBAL

Mengolah herbal dalam sediaan minuman jus perlu dipertimbangkan kondisi tubuh masing-masing dan khasiat yang terkandung di dalamnya agar tidak salah pilih dan mempertimbangkan juga hal-hal sebagai berikut:

  1. memilih tanaman dan bagian yang akan digunakan,
  2. waktu minum dan jangka waktu minum
  3. Khasiat herbal yang akan dibuat
  4. Umur panen herbal khususnya jenis rimpang dan umbi-umbian
  5. kebersihan bahan dan kualitas bahan
  6. mengenali dan memilih rasa herbal sesuai selera
  7. menambahkan pemanis yang aman dengan madu atau gula batu
  8. Dosis dan ukuran herbal yang akan dibuat
  9. Alat yang digunakan berbahan stainless

1. Memilih tanaman dan bagian yang akan digunakan,

Sebelum membuat jus herbal perlu dipertimbangkan pemilihan tanaman dan bagian yang akan digunakan. Tanaman mempunyai bagian akar, batang, ranting, daun, bunga dan buah. Meski tanamannya sama namun bagian yang digunakan lain, khasiatnya bisa berbeda namun ada juga persamaannya. Secara logika bila diteliti buah dari tanaman obat tertentu berkhasiat obat, daunnya pasti ada khasiatnya.  Contoh tanaman Mengkudu, Mahkotadewa, Belimbing, buah asem, buah pepaya, khasiat buah dan daunnya berbeda. Buah Mengkudu berkhasiat mengatasi tekanan darah tinggi dan obatnya, diabetes, kanker dan sebagainya. Daun mengkudu berkhasiat mencegah osteoporosis dan bisa berfungsi sebagai sayuran. Buah Mahkotadewa bila dimasak dan diolah secara benar dipercaya dan diteliti mampu mematikan sel kanker, turunkan gula darah, atasi asam urat , memperbaiki sel yang rusak dan lainnya, terlebih bila digabungkan dengan tanaman obat lain yang saling mendukung. Daun  Mahkotadewa khasiatnya meningkatkan daya tahan tubuh dan daunnya bisa digunakan sebagai tambahan bumbu masak seperti halnya daun salam. Jangan pernah membuat jus dari tanaman Mahkotadewa karena justru bisa memabukkan.

Untuk membuat jus herbal harus dipertimbangkan khasiat dari bagian tanaman dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Tidak semua tanaman obat bisa dibuat jus, misalnya buah Mahkotadewa tidak dianjurkan dibuat jus atau dimakan mentah karena berisiko alergi dan khasiatnya akan tampak nyata bila diolah dengan cara dikeringkan lebih dahulu lalu direbus diambil sarinya. Lain halnya buah pepaya, justru berkhasiat untuk memperbaiki pencernaan dan mempunyai gizi serta mengandung vitamin tinggi bila sudah matang lalu dimakan begitu saja atau dibuat jus.

2. Waktu minum jus herbal dan jangka waktu minumnya.

Menikmati jus herbal untuk tanaman obat dalam bentuk rimpang dan daun sebaiknya diminum  2 jam sebelum makan karena akan berfungsi membersihkan racun yang ada di dalam tubuh. Kecuali bila mempunyai ganngguan maag kronis beberapa tanaman obat tertentu sebaiknya dikonsumsi setelah makan,  misalnya buah mengkudu, jahe, jeruk, asem dan lainnya. Penderita maag kronis akan lebih bijak bila menikmati jus herbal umbi-umbian digabung dengan buah pisang yang akan membantu mengobati maag. Jangka waktu minum jus herbal bisa dinikmati setiap hari dan seumur hidup sesuai dengan kebutuhan tubuh. Namun dianjurkan agar tetap kontrol dan cek ke dokter untuk memastikan apakah ada gangguan kesehatan dalam tubuh kita.

Apabila tidak mempunyai keluhan penyakit tertentu namun ingin terus menjaga kesehatan sebaiknya minum jus herbal jangan menggunakan satu macam bahan secara terus menerus setiap hari. Lebih bijak bila minum jus herbal bahan yang digunakan berganti-ganti atau digabung dengan buah dan sayuran. Misalnya sambung nyawa digabung dengan melon atau sambung nyawa digabung dengan mentimun untuk menurunkan tekanan darah. Untuk menaikkan tekanan darah bisa menggabungkan kopi dengan buah alpokat atau bayam merah dengan jambu biji merah.

3.Khasiat  dan efek samping herbal yang akan dibuat.

Sering kali masyarakat kurang jeli menangkap informasi. Pada saat booming herbal buah mengkudu semua berlomba-lomba membeli dan memburu mengkudu. Begitu pula saat heboh buah merah dan buah Mahkotadewa, tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan tubuh masing-masing  dan tanpa berkonsultasi kepada yang ahli, semua orang ikut-ikutan membeli dan mengonsumsinya. Akibatnya,  bukan kesembuhan yang diperoleh justru masalah dan penyakit yang didapat. Pengolahan herbal yang serba alami bila dibuat dengan cara yang tidak benar dan dikonsumsi tidak sesuai dosis memang bisa mempunyai efek samping yang tidak diinginkan.

Obat-obatan modern yang sudah dilakukan uji klinis dan penelitian keamanannya saja ada kemungkinan berefek samping atau efek negatif. Bahkan seringkali berakibat fatal. Dari pengalaman saya selama ini menekuni klinik herbal, sebagian besar penderita gagal ginjal disebabkan terlalu lama minum obat medis konvensional, misalnya obat darah tinggi dan  obat diabetes. Secara medis, penderita darah tinggi dan diabetes harus minum obat seumur hidup, namun akibatnya ginjal menjadi korban dan harus cuci darah.  Begitu pula halnya herbal yang meski sudah dilakukan penelitian tetap saja untuk kasus-kasus tertentu mempunyai efek negatif. Misalnya saja, penderita tekanan darah rendah terus menerus minum sambiloto dan mahkotadewa yang salah satu fungsinya menurunkan tekanan darah tinggi. Bila tidak diimbangi dengan herbal lain yang fungsinya menaikkan atau menstabilkan tekanan darah, bisa berakibat tekanan darahnya drop.

Walaupun demikian, bukan berarti masyarakat harus takut menggunakan obat modern dan tradisional. Untuk itu sebelum mengonsumsi obat modern dan tradisional sebaiknya berkonsultasi dulu pada orang yang ahli dan benar-benar bisa dipercaya. Meski orang lain sembuh dari aneka penyakit dengan minum obat atau ramuan tertentu, belum menjadi jaminan bahwa Anda juga pasti sembuh dari penyakit yang sama karena kondisi tubuhnya bisa berbeda dan keluhan yang menyertai mungkin tidak sama. Meski Anda mendapat saran dari sahabat atau handai taulan tentang aneka obat yang mempunyai khasiat luar biasa, sebaiknya jangan mudah dipengaruhi bila belum meyakini dari mana obat itu berasal, bagaimana komposisinya dan yang penting apakah pengolahannya bisa dijamin aman serta ada penelitian  ilmiahnya.

4.Umur panen herbal

Khasiat tanaman obat terutama jenis rimpang dan umbi-umbian akan sangat tergantung pada umur panen tanaman. Misalnya, kencur, jahe dan kunyit khasiat obatnya akan tinggi bila umur tanaman waktu dipanen sudah mencapai 6 atau 7 bulan dan tergantung juga kesuburan tanah dan penggunaan pupuknya.

Agar khasiat obat tidak berubah sebaiknya menggunakan pupuk organik seperti kompos dan  pupuk kandang. Jangan pernah menggunakan pupuk kimia karena bisa mempengaruhi khasiatnya. Tanda secara fisik yang bisa dikenali untuk mengetahui umur panen rimpang memenuhi syarat atau belum adalah dari aroma yang lebih tajam dan kadar air lebih sedikit serta bila diiris atau diparut rimpangnya lebih keras.

Selain khasiat obatnya tinggi bila umur panennya tepat, ketajaman rasanya juga berbeda. Misalnya mau membuat minuman jahe, bila umur panennya memenuhi syarat 7 bulan, meski yang digunakan bahannya sedikit saja, rasanya akan pedas dan agak pahit.  Selain rasa, umur panen herbal jenis rimpang akan menentukan kadar air. Rimpang muda akan mengandung banyak air, sedangkan rimpang yang tua mengandung air lebih sedikit.

Pada umumnya, khasiat obat dari herbal jenis buah akan tinggi bila umur buahnya sudah tua atau cukup matang. Misalnya buah mengkudu, belimbing, Untuk bahan herbal bentuk daun biasanya justru digunakan yang masih muda atau pucuk daun misalnya daun jambu, daun mengkudu, daun pepaya, daun sambung nyawa, daun dewa dan lain sebagainya.

Share