04. Menumpas Diabetes Melitus Bersama Mahkota Dewa | Pengobatan Alternatif
Terbitan : Juni 2004, Penerbit : Agro Media
Cuplikan Isi Buku :
I. PENDAHULUAN
1.1. Kondisi Pengobatan Alternatif Di Indonesia
Bukan hal yang mustahil bila penyakit Diabet susungguhnya bisa diatasi dengan tanaman dari alam Indonesia. Murah, aman dan terpercaya. Bagaimana memastikannya?
Untuk memastikan dan mengetahui berhasil tidaknya pengobatan diabet bisa diukur melalui test darah di laboratorium ataupun test darah dengan alat sendiri yang kini mudah didapat di toko-toko penjualan alat kedokteran maupun di apotik. Pencatatan secara rinci kadar gula darah oleh para penderita sangat memudahkan untuk menentukan sikap apakah akan meneruskan therapy pengobatan yang sedang dijalani atau mau beralih ke therapy yang lain.
Dari pengalaman para Pengobat Tradisional (BATRA) yang pernah saya wawancara menginformasikan bahwa dengan tanaman obat yang dimiliki Indonesia sesungguhnya penyakit Diabet bisa ditaklukkan dan disembuhkan hingga tuntas. Ini sesungguhnya merupakan peluang yang sangat menarik untuk pengembangan obat tradidioal yang ada di Indonesia. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap therapy pengobatan tradisional hendaknya para BATRA perlu bersikap realistis dan mempunyai catatan yang konkrit untuk bisa memonitor perkembangan pasiennya. Ketika saya bertemu dengan DR.Maman Daljusman Malik Spr, Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI)memberi informasi yang sangat menarik bahwa kalangan dokter di Indonesia menyadari bahwa masyarakat sekarang sangat kritis dan cenderung Back to nature. Kalau sekarang ini obat tradisional sebatas menjadi pendamping pengobatan modern atau sekedar alternative, namun kesempatan mendatang obat tradisional akan menjadi obat utama dan pengobatan modern akan menjadi pendamping saja.
Mewujudkan impian obat tradidional akan menjadi obat utama untuk kesembuhan penyakit maka perlu diambil langkah-langkah konkrit oleh para BATRA. Seperti halnya prakter dokter ataupun perawatan di Rumah Sakit perlu dibuat status sederhana pasien. Kepercayaan pasien akan lebih kuat bila kita mempunyai data konkrit tentang perkembangan penyakit pasiennya. Pada ceramah Dr.Henry Naland SP.B (K) Onk tgl 2 Mei 2004 di depan anggota Asosiasi Pengembangan Tanaman Obat Indonesia (APTOI) dijelaskan mengenai manfaat dan tata cara membuat status pasien secara sederhana.
Status pasien adalah Catatan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan semua keluhan atau penyakit seorang pasien, pemeriksaan yang dilakukan dan pengobatan yang diberikan serta bersifat rahasia. Yang dimaksud dengan rahasia di sini adalah tidak semua orang boleh mengetahui tentang isi catatan pasien yang bersangkutan. Hanya Pengobat, pasien sendiri dan keluarga pasien yang mendapat izin bila perlu izin tertulis.
Dalam dunia Medis, pembocoran kerahasiaan sakit seorang pasien dapat diancam dengan hukuman badan dan atau denda yang berat.
Di klinik tradisional Mahkota Dewa sendiri sering kali kita harus mengikuti keinginan pasien yang ingin berbicara empat mata saja dengan saya pribadi. Kadang kala kitapun juga harus benar-benar menjaga agar justru pasien sendiri tidak boleh tahu tentang penyakitnya karena permintaan keluarga yang tidak menginginkan pasien jadi shock bila tahu penyakitnya berat atau parah.
Mempunyai catatan yang lengkap dan rinci ternyata memberikan banyak manfaat. Di klinik Mahkota Dewa kini mempunyai data base semua pasien yang datang, sehingga dengan mudah kita bisa memberikan laporan secara periodik kepada Suku Dinas Kesehatan sebagai persyaratan keberadaan klinik tradisional untuk bisa dipantau terus menerus. Yang memprihatinkan kini masyarakat sering tergiur janji-janji penyakitnya akan hilang dalam sekejap mata dengan membayar dana sekian juta namun ternyata setelah dicek secara medis justru penyakitnya semakin berat. Saat saya berjumpa dengan PROF.DR.IGN.Wila Wirya MSc.SpA (K) di Kantor Buana Minggu, dia menceriterakan pengalaman pahitnya menangani pasien anak-anak umur 7 tahun yang menderita batu ginjal. Pasien sudah disarankan operasi namun menolak karena memilih pengobatan tradisional China. Dua bulan kemudian pasien dan keluarganya datang lagi dengan wajah berseri-seri karena keluhan sakit di pinggang sudah tak terasa lagi lalu ingin mencari kepastiannya. Betapa terkejutnya keluarga mengetahui hasil USG menunjukkan batu ginjalnya ternyata tidak hilang, bahkan lebih mengejutkan lagi ginjalnya malah mengkerut mencengkeram batu ginjalnya. Memang benar selama minum ramuan pasien tidak merasa sakit namun ternyata rasa sakit yang hilang tidak serta merta menghilangkan penyakitnya.Sayapun sering juga kedatangan pasien yang menceriterakan pengalaman pahitnya berobat menghabiskan dana puluhan juta setelah di cek secara medis ternyata penyakitnya justru semakin parah.
LITBANG DEPKES, ILMUWAN LIPI DAN ILMUWAN JEPANG MEMBANTU MENELITI
Prof. Akio Maimura ilmuwan dari Jepang ketika berkunjung tgl 19 Maret 2004 ke kantor saya dan melihat langsung pengolahan produk Mahkota Dewa yang saya buat begitu antusias dan berjanji akan berkunjung lagi ke Indonesia di kesempatan mendatang. Begitu sampai di Jepang Prof Akio langsung berkirim email dan menyatakan kekagumannya karena Indonesia ternyata bisa berbuat sesuatu yang luar biasa untuk memproduksi obat tradisional dan dia juga mengirim beberapa foto hasil jepretannya sendiri sambil memberi informasi bahwa khasiat Mahkota Dewa memang luar biasa. Dia bahkan akan mengadakan penelitian secara internasional agar Mahkota Dewa diakui secara ilmiah di seluruh penjuru dunhia. Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik.
Saya lahir di Yogya dan besar serta sekolah di Yogya juga. Kecuali waktu sekolah di SMEA saya ikut kakak saya yang sulung mbak Win selama 3 tahun sekolah di SMEAK Yos Sudarso Rembang. Selama ini saya memulai usaha dan mengembangkannya di Jakarta dan untuk mensosialisasikan ramuan Mahkota Dewa saya terus talk show dan seminar di berbagai kota. Untuk kota kelahiran saya sendiri saya malah belum pernah menyelenggarakan talk show atau seminar hingga bulan April 2004. Saya katakan pada suami:
“Pa, aku koq ingin buka cabang di Yogya, sekalian biar lebih dekat dengan ketiga anak yang semuanya sekolah di Yogya. Saya merasa berdosa kalau di kota kelahiran sendiri saya tidak memberikan pelayanan.”
Ternyata suami saya setuju dan kebetulan saya berjodoh kontrak rumah di JL.MT Haryono no 46 Yogyakarta.
Rumah tersebut dulunya tempat praktek Prof Ismangun yang cukup terkenal dan setelah beliau punya tempat sendiri maka rumah ini kosong. Kebetulan lokasinya dekat rumah ibu yang di Kumendaman dan juga berseberangan dengan sekolah Kanisius Kumendaman di mana saya dulu bersekolah.
Untuk mengembangkan usaha dengan membuka kantor cabang Mahkota Dewa di Yogya persyaratannya hampir sama. Karena kebetulan teman-teman saya wartawan dari koran Kedaulatan Rakyat Yogya dan Minggu Pagi sebagian masih mengenali saya maka mereka banyak membantu menulis di koran tentang usaha yang saya tekuni. Terutama mas Arwan Tuti Artha kini Redaktur KR sangat antusius menyambut kehadiran saya di Yogya lalu saya menjalin kerja sama dengan menyelenggarakan talk show dan pengobatan gratis di Griya KR
Tgl 15 dan 16 Mei 2004. Pesertanya luar biasa dan acaranya cukup sukses.
Sebelum acara diselenggarakan saya memperoleh kesempatan yang indah untuk bisa menghadap Gusti Kanjeng Ratu Hemas sang permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono ke X.Ketika masih kecil usia 10 tahun saya pernah tinggal di rumah taman Keraton Yogya mengikuti bude (kakaknya ayah) yang menjadi perias keraton. Saya masih ingat setiap sore harus sowan menghadap eyang dengan laku dodok (berjalan dengan kaki posisi jongkok) lalu diberi uang receh.
“Ayo, sudah mandi sowan eyang dulu ya”, kata bude Pringgo
“Ah malas bude, jalannya susah banget”.
“Hush, anak kecil nggak boleh membantah”. Akhirnya dengan berat hati setiap sore harus mau sowan menghadap eyang kakung dan eyang putri. (kakek dan nenek dari pihak ayah).
Untuk bisa bertemu GKR Hemas bukan hal yang mudah karena beliau sangat sibuk dengan tugas-tugas dari keraton Yogya juga sibuk dengan berbagai kegiatan sosial yang ada hubungannya dengan kesehatan a.l Yayasan Kanker Indonesia dan Yayasan jantung sehat. Secara mendadak kami mencoba mengirimkan surat permohonan untuk bertemu, seminggu kemudian sudah ada jawaban diterima. Tgl. 14 Mei Tim Mahkota Dewa berjumlah 7 orang termasuk suami dan anak sulung saya Bimo diterima di kraton kilen. Awalnya agak grogi saya mengungkapkan maksud dan tujuan saya.
“ Silahkan duduk. Ada apa ini”.
“Begini ibu Kanjeng Ratu, saya bersama Tim Mahkota Dewa ingin kulo nuwun (permisi) karena kami buka kantor dan klinik cabang Yogya di Jl.MT.Haryono no 46. Dulunya dipakai praktek dokter oleh Profesor Ismangun”. Kami mengusahakan ramuan tradisional dari tanaman obat Indonesia khususnya Mahkota Dewa. Karena keberadaan kami di Yogya maka kami mohon bila ada kegiatan mohon dilibatkan.”
“Harga ramuannya terjangkau oleh masyarakat apa enggak?”
“Tentu, terjangkau ibu. Bahkan bila ada pasien yang tidak mampu kami akan memberi tarif khusus dan sesuai dengan kemampuannya. Kami juga mengadakan bakti sosial pengobatan tradisional secara gratis tgl 16 Mei 2004 ini.Kami membawa contoh produk Mahkota Dewa untuk penyakit kanker, mohon ibu berkenan menerima”
“Oh ramuan ini pernah saya dapatkan dari teman saya seorang profesor “.
“Maaf ibu, apakah ramuan itu produk saya?”
“Ya produknya ibu, ada fotonya. Kata profesor itu ramuan ini untuk segala macam penyakit.”
Sungguh tidak menduga ternyata sambutan GKR Hemas sangat menggembirakan. Beliau ternyata sangat setuju membantu mengembangkan tanaman obat Indonesia yang merupakan kekayaan alam yang luar biasa dan tidak ternilai. Selain mohon doa restu membuka usaha di yogya, saya juga menyerahkan ketiga buku Mahkota Dewa karangan saya dan beberapa contoh produk yang saya buat. Beliau berjanji untuk membantu memperkenalkan saya kepada kelompok ibu-ibu PKK maupun Dharma Wanita untuk memasyarakatkan tanaman obat karena disadari bahwa kini obat-obatan modern harganya sering tidak terjangkau.
1.2. Mahkotadewa Bukan Sekedar Pengobatan Alternatif
Untuk memastikan dan mengukur perkembangan penyakit seseorang memang perlu diagnosis secara modern dan kerja sama dengan tenaga medis. Di klinik Mahkota Dewa kini dilengkapi dengan pelayanan konsultasi medis oleh dr. Wijih Haririh Utami dan pelayanan test laboratorium bekerja sama dengan KIMIA FARMA. Dengan demikian akan lebih memudahkan untuk memberikan ramuan yang tepat kepada masing-masing pasien karena ada kepastian penyakitnya dan juga lebih terukur. Kita juga dengan mudah menganalisa data pasien yang hadir dari bulan ke bulan juga mengetahui berapa pasien yang kembali berobat dan yang tidak kembali kita cari tahu apa sebabnya. Data-data yang terkumpul juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ramuan yang kita buat karena perkembangan kesembuhannya terukur secara ilmiah.
Bagi para BATRA, mempunyai status pasien yang baik akan mempunyai manfaat sangat banyak antara lain:
- Merupakan bukti/dokumentasi yang dapat dipercaya dan bisa dipertanggung jawabkan
- Sebagai bahan penelitian dari keberhasilan dan kegagalan pengobatan yang dilakukan
- Menjadi bukti ilmiah atau Semi ilmiah dari apa yang kita lakukan.
- Mempermudah memberikan therapy lanjutan,
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan ramuan tradisional sebagai pengobatan yang utama bukan alternatif lagi.
- Sebagai analisa sebab dan akibat terjadinya reaksi yang muncul
Kelemahan pengobatan tradisional selama ini adalah justru sifat menyembunyikan apa yang ditemukan dan semua tindakan yang dilakukan malah dirahasiakan. Masih sangat sedikit dokumen pengobatan tradisional yang tertulis dan informasi ramuannya hanya berdasarkan perkiraan, misalnya segenggam, sejimpit dan sebagainya. Hal seperti ini justru merupakan salah satu kelemahan yang menyebabkan pengobatan tradisional ketinggalan dibandingkan pengobatan konvensional modern yang sudah terukur dan teruji secara nyata khasiatnya. Kebalikannya dengan Ilmu Kedokteran konvensional, tidak ada bahkan tidak boleh ada sesuatu yang dirahasiakan bagi kalangan kedokteran. Kecuali bagi yang tidak berhak mengetahui harus dijaga kerahasiannya.
Status pasien atau catatan pasien secara lengkap akan bisa juga mengukur berapa lama pasien bisa sembuh dari sakitnya juga bisa juga untuk meningkatkan dan mempelajari khasiat ramuan yang diberikan dan juga mengetahui reaksi-reaksi yang muncul setelahnya. Mengkonsumsi ramuan tradisional sesungguhnya lebih aman karena meski kadang bereaksi negatif seperti misalnya badan panas dingin, lemas, mual dan sebagainya namun tidak membahayakan. Sebaliknya apabila therapy pengobatan modern salah obat atau kelebihan dosis akibatnya sering fatal. Masyarakat mulai kritis bila kini sering terjadi pasien salah obat. Seperti misalnya contoh kasus Sukma Ayu. Saat datang ke rumah sakit kondisinya bagus dan hanya mengalami luka di siku tangannya karena jatuh. Setelah dioperasi entah karena apa ternyata kondisinya justru memburuk dan bahkan kini koma berminggu –minggu dan selanjutnya entah bisa tertolong atau tidak, hanya Tuhan yang tahu.
Juga pernah terjadi seorang penyanyi pria yang cukup terkenal Reynold Panggabean. Ketika datang ke rumah sakit kondisinya masih segar bugar dan hanya menderita penyakit yang tidak terlalu berat namun begitu di rawat di Rumah Sakit malah jadi koma beberapa hari. Untung bisa segera dipulihkan. Juga ketika saya mengadakan kegiatan talk show di Jember Jawa Timur, seorang bapak mendatangi saya secara khusus untuk berterima kasih karena saya mau menuliskan semua pengalaman saya menangani pasien dan menuangkannya ke dalam buku. Dari buku tersebut pak Adi namanya merasa ada harapan lain untuk mengobati penyakit gagal ginjal yang menyebabkan istrinya harus menjalani cuci darah seminggu dua kali. Dia merasa Tuhan benar-benar menuntunnya ketika menemukan buku MENAKLUKKAN PENYAKIT BERSAMA MAHKOTA DEWA di toko buku Gramedia. Dari buku itulah pak Adi bisa memperoleh informasi mencari ramuan Mahkota Dewa yang saya buat. Pak Adi menceriterakan kisah penyakit isterinya yang justru semakin rumit dan sulit disembuhkan karena ada kesalahan mengkonsumsi obat kimia ketika di rawat di Rumah Sakit. Awalnya sang isteri hanya menderita sakit darah tinggi. Karena kondisinya cukup serius maka dibawa ke rumah sakit agar tekanan darahnya bisa segera diturunkan. Apapun saran dan nasehat dokter diikuti dengan patuh. Sebulan dirawat di Rumah Sakit tekanan darahnya sudah mendekati normal namun terjadi hal yang mengagetkan karena hasil test laboratorium menunjukkan sesuatu yang buruk untuk pemeriksaan ureum dan creatinin pada air kencingnya. Hal ini menunjukkan ada sesuatu yang salah untuk kesehatan ginjalnya. Lebih mengejutkan lagi sang isteri harus menjalani cuci darah seminggu dua kali. Yang membingungkan pak Adi, ketika masuk ke rumah sakit, isterinya hanya menderita darah tinggi namun sebulan dirawat koq penyakitnya justru bertambah berat. Meski dokter sudah memberi penjelasan secara ilmiah namun Pak Adi merasa sulit menerima kenyataan ini. Pak Adi hanya tahu waktu datang penyakit isterinya tidak parah namun begitu dirawat malah semakin parah dan penyakitnya bertambah.
Ya akibat kesalahan mengkonsumsi obat modern entah karena salah obat atau mungkin kelebihan dosis sering menimbulkan penyakit lain yang lebih parah. Beda halnya bila suatu saat ada pasien yang salah minum ramuan tradisional dari tanaman obat, akibatnya tidak akan membahayakan si pasien dan mengatasinya lebih mudah karena masih alami. Misalnya minum ramuan Mahkota Dewa kelebihan dosis, reaksinya mungkin lemas. Bila terjadi seperti ini pasien terus minum susu atau minum air putih yang lebih banyak, reaksi lemas akan segera mudah diatasi dan tidak akan menimbulkan gangguan penyakit lain yang membahayakan seperti yang terjadi bila over dosis minum obat modern. Saya dan Tim konsultan serta para Mitra Usaha mempunyai komitmen yang sama memberi pesan kepada semua pasien agar ”segera memberi kabar bila terjadi reaksi yang negatif. Bukan hanya itu saja, di buku status dan kartu status pasien kita selalu mencatat apapun yang terjadi pada pasien setelah minum ramuan. Ini juga sangat penting untuk mengukur kemampuan masing-masing pasien menyerap ramuan yang kita berikan.Dosis yang kita berikan selalu dimulai dari dosis yang ringan dan aman setelah itu baru dosis ditingkatkan tahap demi tahap.
Untuk memudahkan Para Batra memberikan ramuan yang tepat dan dosis yang aman dan pasti maka status pasien sangat penting untuk dimiliki. Status pasien bisa meliputi:
- Nomor Status Pasien
- Tanggal dan tahun kehadiran pertama kali
- Nama dan alamat Pasien
- Tanggal lahir atau umur pasien
- Jenis kelamin dan status perkawinan
- Alamat jelas dan no telepon pasien
- Anamnesa, merupakan pertanyaan tentang keluhan utama, sudah berapa lama diderita,bagaimana sifat keluhan
- Keluhan lain yang menyertai atau keluhan tambahan
- Pengobatan yang sudah dijalani saat ini dan sebelumnya. Sudah berapa lama dan hasilnya bagaimana.
Untuk memastikan kondisi fisik pasien perlu diperiksa tanda-tanda dan gejala yang dirasakan atau dialami oleh pasien dan perlu dicatat secara rinci. Pasien merasa tenang dan senang bila semua yang dikeluhkan kita dengarkan dengan penuh kesabaran dan perhatian. Apabila pasien bisa mencurahkan segala isi hatinya juga akan membuatnya lega. Kadang kala penyakitnya sudah bisa berkurang walau belum minum obat. Hal ini mungkin saja karena orang yang menderita sakit sering stress dan mungkin putus asa.
TANDA ATAU GEJALA:
- Tanda atau sign adalah segala perubahan atau keadaan yang terjadi pada bagian tubuh pasien yang dapat kita lihat dengan mata kita, dapat kita ukur dan kita amati pada diri pasien.
- Gejala atau symtom adalah keluhan2 yang diinformasikan pasien yang tidak selalu dapat kita ukur secara langsung misalnya rasa nyeri, ketakutan, jantung berdebar debar, perut mulas dan lain-lain.
- syndroma adalah sekumpulan tanda dan gejala yang dapat kita amati pada seseorang menderita penyakit tertentu.
PEMERIKSAAN TUBUH PASIEN
Sebagai seorang dokter mudah melakukan pemeriksaan badan seorang pasien karena memang dilindungi hukum. Sekalipun demikian untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan biasanya dokter akan meminta agar pasien didampingi oleh salah seorang perawat.
Bagi seorang BATRA hal ini sukar dilakukan terutama bila perubahan penyakit atau kelainan ada pada bagian tubuh yang patut dilindungi atau bagian aurat.Kami sangat bersyukur karena di klinik Mahkota Dewa, hampir semua pasien mempercayai para konsultan utk memeriksa bagian tubuh yang mengalami gangguan.
Karena kelakuan beberapa BATRA yang tidak sesuai dengan norma kesopanan dan norma agama sering menjatuhkan nama BATRA yang benar-benar bekerja dengan sungguh-sungguh. Sudah sangat sering kita dengar seorang BATRA sering dituduh melakukan hal-hal yang tidak sopan bahkan sering terjadi perbuatan cabul yang harus berakhir di pengadilan. Itu sebabnya sejak jaman dahulu dikenal alat bantu seperti boneka berbentuk manusia di mana pasien bisa menunjuk pada bagian tubuh boneka tempat kelainan yang ada dalam tubuhnya.

















